Setelah kematian ayahnya pada 2014 silam, bryan terlihat kacau, dari pekerjaan, dan lainnya. Setelah putus dengan mantannya. bryan pun tak kunjung mendapatkan pasangan. karena bryan mencari seseorang yang lain dan berbeda. 3 tahun pun bryan banyak dekat dengan wanita. namun, tak pernah ada kelanjutannya.
Dalam pekerjaan, bryan mudah terombang ambing. karena tuntutan keluarga yang harus masuk ke Bank, yang notabene bukan bagian dari passionnya. Munkin setiap orang tua menginginkan anaknya untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. Namun, dengan keterpaksaan, malah jadi tidak baik. Bryan selalu berpindah2 kerja . karena tuntutan gaji keluarga harus besar. Mungkin juga, keluarganya ingin bryan menjadi anak yang mandiri dan mapan. Tetapi ia salah mengartikannya.
Akhirnya tahun 2016 akhir dia bekerja sebagai marketing mobil. ia sudah berkecukupan, ia bertemu sahabatnya. Bagus. Bagus menawari ia untuk bekerja sambilan di kafenya. untuk membantu mengurusi masalah keuangan. ia menerima tawaran bagus itu.
Setelah merasa cukup. ada satu hal yang belum di gapai oleh bryan. yaitu cinta. bryan merasa 3 tahun sangatlah lama untuk sendiri. ia merasa cukup untuk saatnya mencari seseorang yang akan mendampinginya seumur hidup. banyak wanita yang ia coba dekati, namun tak kunjung berhasil. kadang karena tanggepan wanita itu, kadang pula, karena bryan tidak sreg.
Suatu ketika, ia membuka Instagram miliknya. ia mencoba berkenalan dengan mantan gebetan dari teman kampusnya, Kurniawan. ia meminta nomor Whatsapp wanita tersebut. Namanya adalah ana.
Setelah mendapatkan nomor dari Ana, dia mencoba menulis pesan dalam surel tersebut.
Bryan memulai percakapan dengan ana. Namun, Bryan hanya mendapatkan respon yang biasa dari Ana. maksud bryan ingin mengenal lebih dekat dengan ana, namun tanggapan dari ana hanya biasa. mungkin karena baru kenal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar